pasang iklan disini
Showing posts with label videografi. Show all posts
Showing posts with label videografi. Show all posts

Tips Profesional Dengan Konsep ATM : Theory of ATM

Tips Berkarya dengan Konsep ATM
Karya Bercerita - Hi Guys, kali ini Aku akan membahas sedikit mengenai tips untuk membuat karya apapun dalam proses pembelajaran alias pemula. dimana ketika kita ingin membuat suatu karya baik itu dalam bidang desain atau cinematografi, banyak dari kita justru sudah gugur duluan sebelum bertempur. yaa gugur alias mundur menyerah itu biasanya karena gengsi, gengsi dengan hasil buatannya yang terlihat buruk dan sama sekali jauh dari kata profesional, banyak salahnya dan lain sebagainya. lalu, apa yang harus kita lakukan setelah semua itu? apakah kita akan tetap menyerah..? 

Berkarya adalah membuat sesuatu hal baik itu yang sudah ada, atau yang sudah kita modifikasi, atau justru membuat suatu hal baru. semua orang pasti harus memulai segala sesuatu itu dari bawah, namun permasalahannya adalah banyak dari kita justru menyerah sebelum mendapatkan hasil yang diekspetasikan, hanya karena ada atau banyak orang yang mencela hasil yang dia buat. 

Pada dasarnya Konsep ATM ini adalah singkatan dari Amati, Tiru, Modifikasi. dengan konsep ini maka apapun yang kita buat akan lebih cepat berkembang pesat daripada hanya mengikuti alur seperti biasa. dan terlebih lagi justru akan membuat kita lebih kreatif lagi dan tentunya hal ini akan membuat kalian melakukan 

seperti profesional.Nah, daripada semua itu menghambat atau malah membuat hasil karya kalian tidak maksimal terus menerus, maka disini aku memiliki Konsep 

ATM yang mampu membuat hasil kita layaknnya profesional, Tipsnya sebagai berikut :

1. AMATI
Pengamatan sangat kita perlukan sebelum kita berniat untuk membuat konsepnya. karena kita dituntut harus paham dengan ide dasarnya terlebih dahulu. Dalam tahapan konsep ini, kita dituntuk untuk mengamati segala aspek dari yang akan kita buat, mulai dari teori konsep awalnya, rangkaian prosesnya, cara pembuatannya, bagaimana mengemasnya, apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya, apa saja kesalahan yang banyak terjadi, ? dan lain sebagainya. Amati, dalam hal ini bukan hanya kita melihat saja bagaimana suatu karya tersebut dibuat, bukan hanya melihatnya dalam waktu yang lama saja, namun juga kita harus membuat kesimpulan atau hipotesis mengenai, karya tersebut.

Pada dasarnya dengan melihat karya-karya yang sudah ada kemudian membaca segala aspek dari karya tersebut akan membuat pemikiran lebih berkembang ketimbang kita hanya melihatnya saja namun tidak membaca alias mempelajarinya lebih lanjut.

Dalam Pengamatan sendiri ada 2 tahapan yaitu :
Pengamatan sekilas, dalam proses pengamatan ini kita hanya perlu melihatnya secara umum saja, misal kita akan membahas mengenai sebuah kapal maka, yang perlu diamati secara sekilas adalah bagian yang umumnya saja, seperti ukurannya, kegunaannya, dibuat oleh siapa. hal ini bertujuan untuk membuka pemikiran kita untuk memantik ide-ide yang lebih terperinci dan mendalam.

Pengamatan Instensif, Sesuai namanya pengamatan ini adalah untuk mendapatkan ide yang lebih terperinci lagi dengan mencari hal-hal yang lebih mendalam lagi agar mampu misalnya seperti jika kamu ingin mengembangkan ide dasar dari kegunaan kapal, maka yang perlu di amati secara intensif lagi adalah, apakah kapal tersebut mampu menampung dengan jumlah muatan yang melebihi batas namun bisakah juga kapal tersebut di beri alternatif lain agar mampu menampung muatan tersebut. hal ini akan menemukan sesuatu yang unik, jadi semakin terperinci akan membuka rahasia sebenarnya, bahkan si pembuat sebenarnyapun tak tahu.

2. TIRU
Meniru adalah membuat sesuatu dengan mencontoh karya orang lain, namun dalam hal ini karena kita adalah kreator kreatif maka, Haram hukumnya meniru sepenuhnya hingga sama betul atau hal ini sering dinamakan dengan "PLAGIAT". Meniru yang baik adalah dengan cara kita melihat karya orang lain terlebih dahulu kemudian memahaminya, misal kita ingin membuat suatu karya film pendek misal, kita hanya perlu mencari ide dengan cara menonton karya film pendek orang lain yang sudah banyak di youtube saat ini, carilah video yang kiranya sangat bagus menurut kalian, dan juga tidak terlalu sulit untuk dibuat oleh kalian lagi, kemudian kita tonton videonya berulang-ulang, sampai kita benar-benar paham sampai ke pesan-pesan tersiratnya, lalu pahami dan lihat semua metode sudut pengambilan gambarnya seperti, long shoot, medium shoot, close up, dan lain sebaginya, dan juga perhatikan bagaimanaat pergerakan kamera(camera movement) si film maker dalam pengambilannya, seperti panning, tilting, atau tracking dll. tulislah semua itu dalam sketsamu. 

setelah kita benar-benar memahami secara keseluruhan dari film tersebut mulai dari konten hingga teknisnya. saatnya kita membuat karya kita sendiri, dengan membuat konsepnya sedikit berbeda yaitu penggabungan ide milik kita sendiri, dan juga dengan teknis yang sudah kita tuliskan tadi. 

sebenarnya kita mampu membuatnya sendiri tanpa meniru, mendapatkan ide dari sendiri. namun, disini yang aku paparkan adalah bagiamana cara agar hasil karya kita terlihat lebih profesional. dan hal ini cenderung lebih mempercepat dalam mengasah skill kalian sendiri.

3.MODIFIKASI
Kita semua pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan modifikasi, jadi modifikasi disini adalah menambah hasil kerja kita dengan sesuatu yang berbeda dan biasanya ini merupakan ciri khas dari karya kita. setelah kita mengamati bagaimana karya itu dibuat, apa saja kelemahan dan kekuatan pada karya tersebut dan kemudian kita membuat kerangka baru hasil kerja kita sendiri dengan meniru bagian-bagian teknis maupun teori dari hasil karya orang lain yang lebih ahli tersebut. 

dalam hal pembuatan sebuah karya videografi kita bisa membuat baru atau memodifikasi hasil tadi dengan menambahkan efek-atau cirikhas bagian dari kita, misal color gradding yang berbeda dan lain sebagainya.

pada intinya dalam hal, Mengamati, Meniru, dan memodifikasi. bukan berarti kita mencontoh atau memplagiat karya orang lain yang artinya kita juga mencuri idenya secara keseluruhan sehingga menjadi sangat mirip. jika hal ini terjadi maka dampaknya adalah teori ATM (AMati, Tiru Modifikasi) tidak akan berhasil dalam mengembangkan pemikiran kita, kreatifitas kita justru akan terkesan prematur dimana belum saatnya kita sampai pada tahap tersebut namun kita paksakan untuk bisa. 

Namun memodifikasinya dengan segala upaya tetap menggunakan ide kita yang baru, sehingga walau ide kita biasa-biasa saja namun jika dibuat dengan teknik yang tinggi/profesional maka hasilnya pun akan lebih baik dan tentunya membuat kita lebih berkembang bukan hanya menjadi plagiator.

Pada akhir-akhir ini yang menjadi problema saat ini adalah banyak sekali para youtuber ataupun bloger yang hanya mengaku membuat konten kemudian mengunggahnya dan mendapat banyak viewers ataupun pengunjung, tanpa memperdulikan kualitas konten yang diunggah.

Pada konsep ATM ini saya mengajak kita semua, mari menjadi kreator-kreator yang penuh dengan ide dan menjadi kreator yang inovatif serta mampu memberikan manfaat yang lebih baik untuk pribadi kita sendiri atau orang banyak. apapun kontenya bagaimanamun teknisnya, gunakan akal kita untuk mendapatkan ide yang original dan berkkualitas. 

selamat dan semangat berkarya kawan, See you on my next Articles. 

Apa Itu Cinematografi ?



       Karya Bercerita -  Oke, man teman kali ini kita akan membahas mengenai sinematografi, nah bagi kalian yang pengen tau aja atau kalian yang kuliah di jurusan broadcasting atau DKV pasti ada mata kuliah ini. Lalu apasih itu sinematografi....? ruang lingkupnya buat apa aja, nahh semua itu akan dipaparkan dibawah ini, yahh simpelnya sihh perfilman. Okee mari kita simak secara gamblangnya.

Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.

1. Definisi Sinematografi
Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema ‘gambar’. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar.

Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.

Film sebagai Produk Sinematografi
Film adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grahp (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.

Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer)
.
Definisi Film Menurut UU 8/1992, adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem Proyeksi mekanik, eletronik, dan/atau lainnya; Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser padapenggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar.

Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memanfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya.

Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital.

Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yang mengacu pada bahan ke istilah yang mengacu pada bentuk karya seniaudio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa.
Pada generasi berikutnya fotografi bergeser padapenggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memanfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya.

Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah filmcerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital.Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yang mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seniaudio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.

PELAKU SINEMATOGRAFI
Berikut beberapa penjelasan tentang profesi sinematografi yang ada pada proses pembuatan film :

Produser
Adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kelahiran sebuah film. Seorang sosok produser adalah sosok sentral yang menjalankan sebuah produksi film. Tidak dengan uang tapi dengan visi. Sebab dengan modal visilah dia bisa memutuskan apakah cerita itu bisa dikembangkan menjadi film layer lebar, kemampuan yang harus dimiliki yaitu : mengelola keuangan, mencari dana, berbicara dengan calon investor, menyatukan sejumlah orang untuk terjadinya sejumlah film. Para produser adalah orang yang bekerja lebih awal hingga paling akhir dari produksi film. Artinya seorang produser harus memiliki kemampuan yang sangat kompleks dari semua bagian yang ada di bawahnya untuk menjadikan dia mampu mengelola sebuah film.

Manajer Produksi
Kerja manajer produksi bak coordinator harian yang mengatur kerja dan memaksimalkan potensi yang ada di seluruh departemen yang ada. Dalam produksi sebuah film. Ialah yang bertanggung jawab dalam operasi produksi mulai tahap pra produksi sampai produksi usai. Tiap hari ia membuat ceklist mendaftar apa yang sudah dan yang belum dikerjakan, sambil mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dan menyiapkan alternative pemecahannya.

Sutradara
Profesi inipun kerap kali menjadi cita-cita banyak orang. Ketajaman visi sangat diperlukan supaya dapat menghidupkan cerita untuk bisa dinikmati di layar lebar. Dia yang harus mengontrol aspek dramatis dan artistik selama proses produksi berlangsung. Ia juga harus mengarahkan seluruh kru dan artis untuk bisa mewujudkan film. Sutradara adalah story teller lewat medium film jauh lebih penting dari pada kepahaman tentang film sendiri. Kemampuan memimpin, komunikasi, visi, sikap, dan pemahaman soal hidup sangat juga diperlukan.

Asisten sutradara I
Ditahap pra produksi, diperlukan seorang untuk membantu sutradara untuk menterjemahkan hasil direktor treatment kedalam script breakdown dan shooting schedule. Orang ini diberi predikat asissten sutradara I, orang inilah yang mendiskusikan segala keperluan shooting dan manajer produksi.

Penulis skenario
Penilis skenario harus bisa mengatakan sesuatu dengan jelas. Memahami maksud dari cerita. Memahami maksud cerita (berperan sama seperti arsirek untuk membangun cerita ), menulis skenario adalah pekerjaan kolaboratif yang dilakukan si penulis dengan orang yang punya visi yang sama, dalam hal ini sutradara dan produser.

Produser pelaksana
Menjadi produser pelaksana diperlukan kemampuan manajerial, kemampuan mengelola anggaran. Kepemimpin, dan komunikasi. Tugasnya adalah memotivasi dan visi buat terjadinya film, bekerja selama proses produksi berlangsung. Tugas utamanya adalah memaksimalkan hasil produksi dalam 
bentuk film.

Penata kamera/ fotografi ( DOP )
Menguasai cerita, paham alat, tahu bagaimana menceritakan sesuatu, bisa menentukan penggambaran cerita itu. Menguasai teknik pencahayaan. Menguasai kemampuan manajerial maupun membuat jaringan komunikasi serta mempunyai hubungan yang baik dengan sutradara.

Kameramen
Adalah seorang yang menoprasikan kamera. Seorang kamera person wajib mengetahui seluk beluk kamera sehingga dapat menuangkan visual sesuai yang diinginkan sutradara.

Desain produksi
Diperlukan sebagai asissten sutradara menentukan suasana dan warana yang tampil dalam film. Desain produksi menterjemahkan keinginan kreatif sutradara dan merancangnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang luas, kreatif dan teknis agar seseorang desian produksi mampu menuangkan keinginan sutradara menjadi rancangan yang mudah dimengerti tiap kepala departement.

Penata kostum dan penata rias
Bisa ditekuni oleh pria atau wanita. Berhubungan dengan kamera, jadi harus mendiskusikan kesemuanya dengan penata gambar. Memahami karakter dari tokoh. Bertugas membantu sutradara menghidupkan karakter, bukan hanya mendadani pemain. Bekerja secara tim, punya sistem kerja, kemempuankomunikasi, bekerja keras dan tidak mudah panik.

Lighting
Sesorang yang bertugas menjadi lighting mempunyai peranan yang cukup besar, karena kualitas gambar dari sebuah shot akan semakin baik jika cahaya yang digunakan tertata dengan baik.

Penyunting gambar/ editor
Syarat menjadi editor adalah kesabaran. Mempunyai kemampuan bercerita, musik, rapi dan rajin mencatat. Ini jauh lebih penting dari pada kemampuan menggunakan komputer. Mampu berkomunikasi dengan sutradara. Keputusan pada ruang editing didasarkan pada kebutuhan cerita dan pertimbangan kebutuhan penonton.

Penata suara dan penata musik
Di Indonesia unsur audio belum menjadi prioritas. Padahal film bukan hanya membutuhkan gambar, itulah mengapa namanya film se3bagai media audio visual. Profesi inin adalah pekerjaan seni namun membutuhkan kemampuan engineering. Profesi ini sesuai dengan orang yang gemar pada teknologi. Dalam mengerjakan film sesuai dengan script. Dalam memasukkan atau menghilangkan noise bisa menggunakan musik library, bisa juga dengan browsing, dengan syarat mencantumkan pada credit title.

Talent
Mereka adalah figure yang ada kebutuhan dengan skenario dan syuting. Kebituhan mereka pada penyelenggara festival adalha mereka bisa melihat kualitas performa mereka saat di layar serta mampu untuk membandingkan kualitas mereka dengan film lainnya. Selain itu juga sebagai sarana belajar mereka untuk mengenal beragam karakter di film. Serta berkesempatan untuk bertemu dengan para pekerja film lainnya untuk mengembangkan jaringan.

Publisis
Publikasi membutuhkan strategi komunikasi, sementara promosi lebih pada kegiatan pasang iklan di media sebanyak-banyaknya. Publikasi memungkinkan calon penonton untuk terinformasi soal film yang akan dia tonton. Dalam arti dia akan tahu lebih dari sekedar judul film itu apa. Dengan stratergi publikasi yang baik bisa juga menjadi penyelamat film yang mungkin jelek.

Penyelenggara festival
Festival lahir karena penonton membutuhkan forum diskusi, apresiasi, tawaran sudut pandang yang bebeda dan juga tontonan alternatif. Sebetulnya tawaran inilah yang membuat festival menjadi penting. Menguasai strategi menguasai penontonnya. Banyak festival tak lain adalah untuk tempat berinteraksi dan belajar. Banyaknya ajang ini juga sebagai tempat untuk memperluas jaringan akan pelaku film lainnya.

Beberapa macam pelaku dalam film bukan berarti hanya beberapa itu saja yang ada. Melainkan bisa sangat beragam dan banyak. Itu tergantung dari tingkat kebutuhan serta kesulitan pembuatan film tersebut.

Naah, itu dia beberapa penjelasan singkat mengenai apa itu sinematografi. Jadi, bisa diambil kesimpulang bahwa sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi atau disebut juga dengan montase (montage).
Sinematografi sebenarnya sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.
Lalu kemudian ada pelaku-pelaku sinematografi yaitu seperti Sutradara, Produser, manajer produksi, kameramen, editor, penata rias, fotografer, dan lain-lainnya. Dimana mereka saling bekerjasama dalam sebuah proyek perfilman dengan menggabungkan seni didalamnya.
dan yang terakhir apa sih posisi yang sangat kamu inginkan dalam dunia sinematografi setelah melihat kondisi perfilman saat ini. soo ayo mulai kembangkan bakatmu dan tunjukan kreatifitasmu. semangat dan selamat berkarya yah sob......;)

Tips Sebelum Memilih Kamera DSLR


       Pada era saat ini, minat orang sudah semakin banyak untuk yang namanya berfoto terutama bagi para pebisnis ataupun orang—orang yang  berhobi dalam dunia fotografi. Apalagi saat ini berfoto sudah seperti menjadi kebutuhan kita untuk mengabadikan setiap moment yang kita lalui.
Ada banyak jenis kamera yang bagus untuk memotret mulai dari kamera HP sampai dengan Kamera DSLR, namun dalam segi kualitas Kamera DSLR jauh lebih baik ketimbang kamera-kamera HP atau Digital Pocket.

Kamera DSLR yang dengan kualitasnya yang baik memang sangat degemari dan juga diburu oleh para fotografer mulai dari yang pemula hingga professional. Namun, yang perlui kita ketahui dengan beranggapan bahwa kamera DSLR itu berkualitas bagus belum tentu menjamin sesuai dengan kebutuhan dan selera kita. Dan juga dengan banyaknya jenis kamera DSLR tentunya akan membuat kita bingung dalam memilihnya untuk itu kali ini aku akan memaparkan sedikit bagaimana tips dalam memilih kamera DSLR yang perlu kalian perhatikan.

1. Mencari Informasi Dasar Mengenai Kamera yang akan dibeli
Dalam hal memilih kamera sebelum membeli alangkah baiknya kalian melakukan riset mengenai kamera yang akan dibeli, mengapa...? yaa, agar kalian tidak ada rasa penyesalan setelah membelinya dan merasa puas dengan apa yang kalian dapatkan dari hasil memilih tersebut. Yaa tentunya sangat rugi kan kalo nyesel.
Adapun poin-poinya yaitu memilih kamera yang sebagai berikut :
- Kemampuan kamera dalam mengganti-ganti lensa yang pas dan sesuai dengan kebutuhan.
- Sistem Autofokus kamera yang cepat
- Resolusi Pixel yang tinggi dan juga sensor ISO yang tinggi untuk mampu menjangkau dalam kondisi minim cahaya.
- Menu-menu atau fasilitas kamera yang mendukung sesuai dengan kebutuhan seperti efek.

Namun, selain dari pada kemampuan dan kelebihan tersebut ada kelemahan umum yang harus kalian ketahui mengenai kamera DSLR yaitu: Berat kamera yang berukuran besar dan tentunya berat. Dan juga memotret dengan kamera tidak semudah dengan kamera digital yang dengan mudah mengambil gambar, namun kalian harus menyetting dan menyesuaikan kondisi sebelum memotret dengan kamera DSLR.

2. Jangan pernah melakukan pertimbangan dengan nama merk/brand
Hal ini termasuk salah satu kesalahan umum dalam membeli kamera DSLR terutama jika masih dalam kategori pemula, jangan biarkan merk sebagai pertimbangan utama. Karena pada dasarnya fitur dan kualitas dari berbagai merk Kamera hampir sama untuk kelas pemula. Ada beberapa Perusahaan utama yang memproduksi kamera DSLR keseluruh penjuru dunia yaitu: CANON, NIKON, PENTAX, DAN SONY. Jangan biarkan obsesi kalian dengan salah satu brand/merk kamera membutakan kalian terhadap fitur-fitur kamera DSLR yang lainnya.
Kebiasaan memilih dan melakukan pertimbangan hanya dengan Brand justru memperjelas tujuan kalian membeli kamera hanya untuk memamerkan 

4. konsisten pada merk Kamera DSLR yang telah dipilih
Berbeda ketika kalian membeli kamera pocket, yang mana saat ini kalian sedang menggunakan kamera sonny namun, pada tahun depan kalian ingin mengganti dengan merk Canon. Membeli kamera Dslr sama dengan berinfestasi Body dan lensa dari kamera DSLR merk Canon, dimana ketika kita hendak mencari lensa ataupun body camera ditahun berikutnya kita tidak perlu membeli lagi sepaket. Lain hal kalau kita membeli dengan merk yang berbeda sony misalkan maka kita harus mengganti lensanya karena body dari canon tidak sama dengan lensa yang dipakai sony begitupun sebaliknya. Hal ini sebenarnya lebih efisien dari segi budget.

5. Resolusi
Pada dasarnya ini sesuai dengan kebutuhan kalian seberapa besar resolusi yang ingin kalian pakai, sebelum membeli perhatikan ukuran resolusi sebuah sensor kamera, kamera DSLR saat ini sudah memiliki resolusi yang lebih dari cukup yaitu 21 megapixel keatas. Namun, resolusi yang besar tentunya membutuhkan space memmory yang besar juga untuk itu siapkan memmory dengan kapasitas yang cukup jika sewaktu-waktu kalian mau memotret acara yang besar dan lama.

6. ISO
Hal lain yang tak kalah penting yaitu perhatikan juga ISO yang dimiliki oleh kamera tersebut. ISO adalah sensor sensitifitas cahaya, hal ini penting sekali disaat kalian ingin memotret di tempat yang minim cahaya misal malam hari. Maka, ISO berperan penting untuk mengobati masalah tersebut. Namun semakin besar kamu memasang ISO di tempat gelap maka kualitas gambar yang dihasilkan akan jelek alias noise atau terdapat banyak dead pixel yang terdapat pada foto yang dihasilkan.

Untuk itu biasakan membandingkan dua hasil gambar dari dua kamera dengan ISO yang sama untuk mendapatkan hasil pilihan yang sesuai dengan kalian inginkan.

7. Video
Tentunya vitur ini sangat perlu untuk kalian perhatikan dimana kamera tersebut mampu menghasilkan video dengan kualitas bagus atau tidak. Pada saat ini kebanyakan kamera DSLR sudah memiliki resolusi HD di vitur videonya. Yang perlu diperhatikan lagi dalam video adalah berapa Frame Pers Second (FPS) resolusinya serta Frame Rate dari Video tersebut agar ketika pada saat di olah atau diedit video tersebut mampu terwujud dengan kualitas yang memuaskan.

Namun, dalam menggunakan video pastinya sangat membutuhkan space memory yang besar untuk itu, biasakan membawa memmory card cadangan jika dalam kondisi-kondisi tidak sempat membackupnya ke laptop atau hardisk.

8. Sesuaikan dengan Budget yang dimiliki
Naahh, ini adalah pon terpenting setelah memahami poin-poin diatas, jangan lupa untuk melihat juga berapa harga yang dipatok kamera yang kalian mau ?, sesuai tidak dengan budget yang kalian miliki?. Jika belum, maka jangan ragu untuk menahan keinginan dan menabung lagi.

Yang paling penting lagi jangan terlalu memaksakan diri untuk membeli apalagi kamera yang akan segera dirilis versi barunya artinya kamera dengan versi sebelum harganya akan jatuh. Dan juga biasanya kamera versi terbaru memiliki vitur yang lebih ketimbang versi sebelumnya. Yaaa, intinya jangan sampai rugi dan nyesel misal kita mau membeli kamera DSLR namun sebulan lagi versi terbarunya akan muncul, maka jangan sungkan untuk menunggu untuk mendapatkan apa yang lebih dari kalian mau.

Okee, itu saja tips sebelum membeli kamera DSLR dimana kalian harus melakukan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih sekian banyak Kamera DSLR, agar sesuai dengan keinginan kalian. Semoga Kamera yang kalian inginkan segera berada di tangan  kalian. Hhehehehe
Sekian terima kasih, jangan lupa kamera baru semangat berkarya.......

7 Kesalahan Umum Yang Sering Di Lakukan Videografer Pemula

   
     Hampir setiap orang dari kita terbiasa melihat dan menikmati, gambar yang ditayangkan di televisi atau di layar lebar, yang tentunya dengan hasil gambar yang sangatlah profesional serta mampu memberikan kesan bagus untuk dinikmati penontonya. Dan juga kita pun pasti memahami mana gambar yang bagun mana gambar yang buruk.

     Namun sebaliknya ketika seseorang mulai memegang kamera dan kemudian mengambil rekaman video, tentu tidak semua orang mampu menciptan hasil rekaman yang bagus dan nyaman dilihat. Bahkan lebih parahnya lagi mereka tidak menyadari bahwa rekaman video yang dihasilkannya tidak bagus dan tidak nyaman untuk ditonton. 

    Berikut adalah beberapa contoh kesalahan umum yang sering para videografer pemula. Disini saya menggunakan kata “pemula” dengan kata lain bahwa setiap dari kita pasti memiliki kemampuan untuk menjadi seorang videografer professional.

1. Merekam Tanpa memperdulikan Kestabilan Kamera
Hal ini seringkali terjadi ketika seseorang merekam suatu acara atau momen namun tanpa memperdulikan kameranya stabil atau tidak, alhasil yang terjadi ialah gambar yang dihasilkan seperti sedang terjadi gempa alias goyang-goyang (shake). 
Hasil video yang selalu bergoyang, tidak stabil, terkadang tidak fokus dan cenderung acak-acakan. Ini adalah bentuk kesalahan mendasar dan kebiasaan merekam tanpa rencana, sehingga merekam apa saja yang ada di depan kamera, namun tidak jelas apa yang menjadi subyeknya. Bahkan mungkin si videografer sendiri tidak tahu apa yang direkamnya. 
Padahal tugas dari Seorang videografer menyampaikan pesan dari apa yang direkamnya, atau menyimpan/menagkap moment namun, yang terjadi adalah semua orang tidak paham apa inti dari rekamannya disebabkan gambar yang tidak jelas dan goyang.


2. Merekam Sambil berjalan
Memang terlihat bagus ketika gambar yang kita hasilkan itu berjalan dengan banyak movement kameranya, namun ketika hal ini tidak dilakukan dengan benar maka hasilnya akan buruk bahkan goyang-goyang tidak jelas, untuk itu sebagi videografer pemula alangkah lebih baik hanya gunakan pergerakan kamera saja tanpa perlu disertai dengan berjalan.
Solusinya adalah ketika kita menginginkan gambar yang baik maka sebaiknya menggunakan slider atau steady cam yang mampu mengurangi guncangan (shake) dan juga lebih stabil dan halus.

3. Tidak Memperhatikan Komposisi Bidikan Gambar
Meskipun dalam hal ini membidik suatu objek, dengan kamera atau dengan sebuah senjata keduanya adalah hal yang berbeda jika. Jangan membidik gambar/objek layaknya membidik dengan senjata dimana ketika suatu objek video di tengah adalah hal yang tebaik namun, biarkan objek bergerak bebas dengan seorang videografer tetap memperhatikan komposisi gambar.

Dalam hal videografi, ini adalah cara pengambilan gambar ditengah-tengah yang jarang diajurkan apalagi, untuk event-event acara besar seperti pernikahan, Perlombaan dan lain sebagainya karena hasilnya akan cenderung membosankan. Ini adalah salah satu kesalahan mendasar dalam hal pembingkaian (framing) dan komposisi.

4. Tidak Berusaha Mencari Angle/Sudut pandang
Kebiasaan merekam video dengan hanya berdiri monoton pada satu tempat, tanpa berpindah posisi, seolah-olah seperti CCTV yang diam pada tempatnya. Ini akan menciptakan gambar-gambar yang statis dan monoton, karena tidak menawarkan variasi sudut pandang atau komposisi lain yang mungkin jauh lebih menarik.
Juga kebiasaan hanya merekam sebatas level pandangan mata (eye level), meski sebetulnya akan lebih menarik jika suatu subyek diambil dari sudut alternatif (high angle atau low angle). Bukan sebuah kesalahan fatal, namun sekali lagi cenderung membosankan. Ini adalah contoh kebiasaan salah yang berkaitan dengan sudut pengambilan gambar (angle).

5. Terlalu banyak menggunakan Zoom
Zoom adalah fasilitas dasar yang sangat membantu dan memudahkan dalam pengoperasian kamera video. Dengan zooming, kita bisa mendekati subyek (tele) atau menjauhi obyek (wide) tanpa harus berpindah tempat.
Namun penggunaan fungsi zoom yang berlebihan dan dengan cara yang tidak semestinya, akan menghasilkan rekaman video yang tidak nyaman ditonton. Subyek tiba-tiba mendekat, lalu menjauh, lalu mendekat lagi). Hal ini terlihat sangat jadul dan kurang menarik, alangkah baiknya dengan berjalan mendekati atau menjauhi object (tracking)

6. Tidak Memperhatikan Durasi
Berbeda ketika kita hanya memotret yang menangkap sebuah momen beku/freeze, kamera video merekam sebuah proses berjalan (dinamis) atau aksi (action), sehingga menghasilkan gambar bergerak dan bersuara
Kebiasaan mengabadikan sebuah momen pada saat memotret, Seringkali terbawa pada saat mempergunakan kamera video. Hasilnya adalah hasil rekaman video dengan durasi yang terlalu pendek dalam setiap shot (satu ambilan gambar dalam satu rekaman).
Hasil rekaman yang berdurasi terlalu pendek tidak nyaman untuk dinikmati, karena tidak memberikan kesempatan yang cukup bagi penonton untuk memahami detil subyek yang ditampilkan. Shot yang terlalu pendek juga akan menimbulkan kesulitan dalam proses pasca produksi (editing) karena editor bingung dalam memilih video mana yang cocok untuk digabungkan.

7. Tidak Memperhatikan Pencahayaan
Dalam menempatkan subyek utama pada bagian depan dengan latar belakang yang lebih kuat pencahayaannya. Kebiasaan atau ketidaksadaran dengan situasi backlight seperti ini (dan tidak segera melakukan antisipasi), akan menciptakan siluet dan menggambarkan sosok yang misterius.
Rekaman video yang terlalu sering atau terlalu lama dalam kondisi backlight, sudah pasti tidak akan nyaman ditonton dan kehilangan kesan profesional. Sebuah contoh kesalahan umum dalam hal pencahayaan (lighting).
Untuk solusi dalam hal ini adalah dengan menggunakan Cahaya tambahan seperti lampu-lampu studio eksternal yang bisa di bawa, agar mampu memberikan hasil gambar yang terang dan juga tanpa merusak angle serta background gambar

Oke, itu adalah beberapa kesalahan yang sering di lakukan oleh para videografer pemula, serta semoga solusi yang diberikan juga dapat memberikan manfaat tentunya membuat kalian para videografer akan menjadi lebih professional, okee Guys sekian dari Aku semangat dan selamat Berkarya...................:D

Terpopuler

Terbaru