pasang iklan disini
Showing posts with label kuliah. Show all posts
Showing posts with label kuliah. Show all posts

Sejarah Perkembangan Corel Draw Hingga Saat Ini

Sejarah Perkembangan Corel Draw Hingga Saat Ini - Tentu kita saat ini sudah banyak mengenal dengan software atau perangkat lunak yang khusus sering digunakan untuk membuat desain grafis yaitu CorelDraw. Sotfware ini sendiri sangat banyak diminati terutama oleh para perancang grafis atau desainer grafis karena lebih mudah digunakan untuk mendesain, seperti mendesain logo perusahaan, stationery, poster, banner, packaging dan masih banyak yang lainnya. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna Software grafis lain yang berhijrah menggunakan CorelDRAW.

Sejarah Perkembangan Corel Draw Hingga Saat Ini

Corel Corporation awalnya didirikan oleh Dr. Michael Cowpland pada tahun 1985, pada tahun 1987 Corel merekrut beberapa orang Programer atau pengembang software untuk membangun sebuah software grafis berbasis vector untuk di jadikan satu dengan paket Desktop-publishing Corel. program tersebut yang akhirnya di beri nama CorelDRAW.

CorelDRAW pertama kali di luncurkan pada tahun 1988, CorelDRW di terima luas oleh masyarakat dan akhirnya corel hanya fokus pada pengembangan software. Produk dari Corel Corporation ini sendiri telah di gunakan oleh lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia.

1. CorelDRAW Versi 1.0 (1988)

CorelDRAW Versi 1.0 ini berjalan di bawah windows 3.0 dan 3.1 CorelDRAW ditransformasikan kedalam ilustrasi serius yang mampu menggunakan font. Instalasi software ini hanya menggunakan 2 disket 3.5 inch. Software ini sudah memadai untuk membuat kartu undangan, kartu nama, logo, dan kop surat. Di versi ini sering mengalami perombakan ulang sampai menempuh 5 kali update dalam jangka waktu 1 januari 1989 sampai 2 februari 1990.

2. CorelDRAW Versi 2.0 (1990)

Dalam Versi 2.0 banyak fitur baru antara lain Envelope Tool (Untuk memecah teks atau objek menggunakan shape utama), Extrusion (untuk mensimulasi gambar dan volume dalam objek) dan Perspective (Untuk memecah objek sepanjang sudut X dan Y menjadi bidang yang perspective).

3. CorelDRAW Versi 2.5 (1992)


4. CorelDRAW Versi 3.0 (1992)

Di versi ini corelDRAW melakukaan perbaikan di efisiensi memory sehingga kinerja corelDRAW bisa lebih cepat. Kini desain dapat dilihat / di preview secara real-time tanpa harus tampilan wireframe lagi. Corel PHOTO-PAINT juga diluncurkan pada versi ini.


5. CorelDRAW Versi 4.0 (1993)

Pada versi 4.0 ini corelDRAW sudah dilengkapi dengan multi-page. Kemampuannya ditingkatkan sebagai software desktop publishing seperti Page Maker. Hanya saja di versi ini harus dibayar dengan penggunaan Resource computer yang lebih tinggi.

6. CorelDRAW Versi 5.0 (1994)

CorelDRAW versi ini lumayan populer dan cukup lama digunakan oleh para Desainer Grafis karena dilengkapi dengan Colour Management, Kalibrasi Layar, Printer, Scanner, Effect Powerclip, Artistic Media, Lens dan Bitmap Effect. Hanya saja versi ini hanya bisa menyimpan file dengan jumlah nama maksimal 8 karakter.

7. CorelDRAW Versi 6.0 (1996)
Karena dengan hadirnya Windows 95, CorelDRAW versi 32-bit ini pun disesuaikan agar bisa berjalan baik disistem operasi baru tersebut. Dalam versi ini tidak banyak fitur baru yang ditambahkan.

8. CorelDRAW Versi 7.0 (1997)

CorelDRAW Versi 7.0 ini lebih stabil dari versi sebelumnya. Banyak fitur baru yang ditambahkan, antara lain :
- Keunggulan dari setiap versi sebelumnya
- Properti bar yang sensitif (Context-sensitive Property bar)
- Print Preview dengan Zoom dan Pan
- Scrapbook (untuk melihat, menggeser dan menempatkan objek)
- mencetak ke dalam HTML
- Draft dan Enhanced display
- Interactive Fill dan Blend tools
- Transparency tools
- Natural Pen tool
- Find & Replace wizard
- Merubah vector menjadi Bitmap (Convert To Bitmaps)
- Pengecek Ejaan (Spell Checker)
- Kamus (Thesaurus) dan pengecek susunan bahasa (Grammar Checker)
- Corel Scan and Corel Barista (Dokumen Pertukaran Format Berbasis Java) juga termasuk dalam versi ini.
Versi ini lebih cepat dari yang sebelumnya dan tidak perlu upgrade hardware untuk menggunakan aplikasi ini.a

9. CorelDRAW Versi 8.0 (1998)

CorelDRAW versi ini hadir dengan fitur Drop Shadow, Distortion Tools, dll. Tapi diperlukan spek hardware yang besar khususnya memory untuk bisa menggunakannya dengan lancar dan stabil

10. CorelDRAW Versi 9.0 (1999)

- CorelDRAW Versi 9.0 ini memiliki fitur tambahan di antaranya :
- CorelR.A.V.E. (Untuk Animasi vector)
- Perfect Shapes
- Web Graphics Tools (untuk membuat element-elemen yang interaktif seperti button Html)
- Penyortir Halaman (Page Sorter)
- Dokumen Multibahasa (Multilingual Document Support)
- Petunjuk windows (Navigator Windows)

11. CorelDRAW Versi 10.0 (2000)

Pada versi 10.0 ini terdapat versi tambahan seperti : Buka, Simpan, Import dan Eksport dalam format SVG.

12. CorelDRAW Versi 11.0 (2002)

Fitur baru dalam CorelDRAW versi 11.0 ini adalah : Kumpulan simbol-simbol yang langsung dapat diambil, Pemotong Gambar <(Untuk Desain Web), Pressure-Sensitive, vector brushes, 3 Point-Curve(Untuk Menggambar).

13. CorelDRAW Versi 12.0 (2003)

Pada CorelDRAW 12.0 ditambahkan fitur yang biasa ada di AutoCAD seperti Dynamic Guideline danSnap to Object sehingga menggambar akan lebih presisi dan sempurna. Namun proses print pada versi ini sangat lambat.

14. CorelDRAW Versi X3 (2005)

- Fitur baru dari versi ini adalah :
- Shapping Tools memotong dengan mengklik 2 kali (software vector pertama yang mampu untuk - - - memotong sebuah grup vector dan bitmap dalam waktu yang sama)
- Smart fill tool
- Chamfer/Fillet/Scallop/Emboss tool
- Ruang {engaturan Gambar (Image Adjustment Lab)
- Menjiplak/Trace menjadi terintegrasi didalam CorelDRAW dibawah kendali PowerTRACE

15. CorelDRAW Versi X4 (2008)

versi ini dibuat untuk mengatasi kompatibilitas dengan Windows Vista. beberapa fitus juga ditambahkan seperti : Layanan pengidentifikasi huruf (font) terkait didalam CorelDRAW, ConceptShare, Table tool, independent page layers, live text formatting, mendukung file kamera *.RAW

16. CorelDRAW Versi X5 (2010)

Versi ini kompatible dengan processor multicore dan Sistem Operasi Windows 7.
Fitur tambahannya adalah :
pengaturan isi (Corel CONNECT), Pengelolaan Warna, Alat-alat Grafis dan Animasi, pengembangan Kinerja Multi-core, Konten Digital Bernilai Tinggi (profesional huruf/fonts, clip arts, dan foto-foto), Pengisyaratkan objek (Object Hinting), pixel view, Mesh tool ditingkatkan dengan fitur transparansi, menambahkan dukungan sentuh (Added Touch Support), dan mendukung berbagai format file.
Corel dalam versi ini juga telah mengembangkan Tool Transform yang mana dapat membuat banyak salinan dari satu objek.

17. CorelDRAW Versi X6 (2012)

Dirilis pada tanggal 20 maret 2012. Versi ini telah tersedia 2 versi, yaitu 32-bit dan 64-bit, tidak banyak fitur yang ditambahkan kedalam versi ini, hanya beberapa penyempurnaan dari fitur sebelumnya.

18. CorelDRAW Versi X7 (2014)

Dalam versi X7 ini CorelDRAW hadir dengan banyak sekali perubahan dibanding versi sebelumnya. diantaranya, Desain Interface yg dapat disesuaikan secara penuh dengan mengambil konsep Metro Desain. Workspace lebih interaktif, fill & transparency tool yang bisa dikontrol sesuai keinginan.
Kemudahan untuk memilih font dengan tampilan yg lebih nyaman, terdapat special effect pada photo editing, layout dan drawing tool yg lebih presisi, dukungan terhadap resolusi tinggi dan multi-display, terdapat QR code generator dan beberapa perbaikan serta peningkatan baik itu pada desain maupun kinerja.

19. CorelDRAW Versi X8 (2016)

Untuk versi ini belum tersedia, namun kabar yang beredar menyebutkan bahwa CorelDRAW X8 akan dirilis pada kuartal Maret 2016 nanti, dan akan ada lebih banyak perubahan dan penyempurnaan dari segi tools, desain, maupun kinerjanya.

Semoga bermanfaat ...

Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual


Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual

Beberapa waktu lalu kami mendiskusikan sebuah masalah yaitu mengenai pembuatan tugas akhir mata kuliah desain komunikasi visual, dalam diskusi tersebut banyak yang dibahas mulai dari persiapan produksi karya hingga sampai pasca produksi karya.

Karena saking banyaknya yang dibahas akhirnya akan menimbulkan peristiwa yang namanya “bingung” yaa bingung memulai darimana dan bagaimana, untuk itu kali ini saya akan menjelaskan mengenai konsep pembuatan tugas akhir. Karena menurut saya konsep yang baik adalah konsep yang bukan sekedar terdiri dari unsur-unsur dan kemudian bagaimana cara eksekusinya, tapi konsep yang sistematislah yang mampu membuat semuanya baik unsur hingga caranya dapat terorganisir dengan baik.

Lalu, bagaimana cara kita Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual yang baik dan sistematis itu :

DATA

Ibarat kita ingin memasak suatu makanan, maka yang pertama kali kita cari adalah bahannya. Dalam hal ini masalah adalah bahan mentah yang harus kita cari datanya. Kemudian kita olah data-data dari permasalahan tersebut sehingga pada akhirnya kita menemukan solusi permasalahan.

Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual

Dalam perumusan data yang harus diperhatikan adalah kita menentukan hanya SATU masalah saja dan harus didapatkan secara objektif, dengan tujuan untuk SATU pesan yang nantinya akan tersampaikan.

Artinya dalam penentuan masalah dan data kita harus terfokus dan konsisten terhadap topic yang telah ditetapkan, hal ini mencegah perpecahan pemikiran tim kerja kalian.

ANALISIS

Data ini kemudian kita analisis dengan menggunakan teknik SWOT (Strength, Weaknes, Opportunity, Treath) yang kalo diartikan kita harus menentukan apasaja Kekuatan, kelemahan, keuntungan, dan ancaman pada masalah tersebut.

Untuk melakukan pendekatan antar kelompok bisa dilakukan dengan cara BRAINSTORMING atau pencarian gagasan bersama, untuk menemukan gagasan atau ide dibutuhkan kerja sama tim yang baik yang bertujuan untuk saling mengembangkan pemikiran atau gagasan yang didapatkan.

PESAN

Selanjutnya yaitu adalah penyusunan pesan yang telah ditetapkan diawal pencarian data dan masalah. Dengan syarat, pesan yang akan disampaikan harus diolah sedemikian rupa dengan dukungan elemen-elemen visual yang mendukung sehingga dapat tersampaikan dengan baik.

Untuk pesan sendiri disesuaikan dengan target kita, dalam melihat target harus dilakukan riset terlebih dahulu dengan mempertimbangkan hal-hal penting seperti Demografi, Geografi, dan Psikografi. Aspek inilah yang nantinya akan mempertimbangkan seperti apa desain visual yang akan dibuat.

EVALUASI

Yang terakhir adalah proses penyempurnaan karya visual yang telah melalui tahap revisi dalam hal teknis, seperti kesalahan penulisan, atau kotor yang kemudian dibersihkan. Setelah melalui tahap penyempurnaan oleh tim kerja. Dan disepakati bersama, barulah karya visual tersebut dapat di implementasikan atau di pamerkan dan disebarkan.


Begitulah tahapan sistematika singkat yang semoga mempermudah penyelesaian tugas akhir dalam bentuk desain komunikasi visual, dilain waktu akan saya share bagaimana pembuatan tugas akhir video atau film.

















Tags: tugas akhir desain produk,tugas akhir desain grafis,tugas akhir desain komunikasi visual,tugas akhir desain produk itb,tugas akhir desain produk pdf,tugas akhir desain multimedia,tugas akhir desain,contoh abstrak tugas akhir desain interior,contoh abstrak tugas akhir desain komunikasi visual,latar belakang tugas akhir desain grafis,contoh latar belakang tugas akhir desain grafis,contoh tugas akhir desain grafis,contoh tugas akhir desain komunikasi visual

Pengertian, Unsur Kelayakan & Nilai Sebuah Berita


       Karya Bercerita - Secara umum, berita merupakan laporan mengenai peristiwa yang ada di masyarakat dan sekitarnya yang disampaikan melalui media massa. Ermanto (2005: 78) dalam bukunya mengatakan bahwa sebagai mahluk sosial, manusia akan selalu membutuhkan media atau informasi untuk menambah wawasannya dan mendewasakan alam berpikirnya.

M. Atar Seni (1995: 11) menyatakan bahwa berita adalah cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual yang baru dan luar biasa sifatnya. Sementara J.B. Wahyudi (Djuroto, 2004:47) memberikan definisi tentang berita yakni sebagai laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai yang penting dan menarik bagi sebagian khalayak, bersifat baru dan dipublikasikan secara luas melalui media massa. Peristiwa atau pendapat tidak akan menjadi berita, bila tidak dipublikasikan media massa secara periodik.

Selanjutnya Dja’far H Assegaf (1991: 24) mengemukakan pengertian berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang terkini, yang dipilih staf redaksi suatu harian untuk dis iarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Definisi lainnya dikemukakan oleh Sumadiria (Sumadiria, 2005:65) yakni, berita adalah suatu laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik, dan penting bagi sebagian besar khalayak,melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media online  internet. 

Charles A. Dana pada tahun 1982. Ia mengatakan bukanlah sebuah berita jika seekor anjing menggigit orang, tetapi jika orang menggigit anjing, barulah dapat dikatakan berita (Assegaf, 1991:22). Batasan Charles ini sesungguhnya tidak benar. Jika yang digigit seekor anjing adalah seseorang yang sangat terkenal seperti Gubernur atau artis maka itu tetap akan menjadi sebuah berita yang besar. Namun jika peristiwa tersebut tidak akan menjadi berita bila tidak dipublikasikan melalui media massa. Karena suatu peristiwa seperti tabrakan, pesawat jatuh ataupun kejadian lainnya baru dapat dikatakan berita manakala dilaporkan dan ditulis di media massa.

Menurut Dja’far berita haruslah memuat sesuatu yang menarik perhatian pembaca. Karena tujuan dari pembuatan berita dimedia massa adalah agar didengar, ditonton ataupun dibaca oleh masyarakat. Unsur yang dapat menarik pembaca inilah yang disebut sebagai nilai dalam suatu berita.  Berdasarkan penjelasan Dja’far tersebut, maka tidak semua peristiwa atau kejadian dapat dikatakan sebagai sebuah berita. Berita harus memiliki nilai seperti sesuatu yang dianggap penting oleh khalayak, memiliki daya tarik, dan sebagainya. Erianto (2002: 106-107) menjelaskan nilai berita sangat menentukan bukan hanya peristiwa apa saja yang diberitakan, melainkan bagaimana  peristiwa itu dikemas dan disajikan. Ini merupakan prosedur awal dari bagaimana peristiwa dikontruksi. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk memilih sebuah realitas peristiwa oleh wartawan adalah ukuran profesional yang dinamakan sebagai nilai berita. 


Unsur-Unsur Layak Berita 

Sebelum kita membahas unsur-unsur yang membuat suatu berita layak untuk dimuat, ada baiknya kita menyimak terlebih dahulu isi pasal 5 kode etik jurnalsitik wartawan Indonesia “wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” (Budayana, 2012:47)

Dari ketentuan yang menjadi kode etik jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita pertama-tama harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat, selain cermat dan tepat, berita juga harus lengkap (complete), adil (fair) dan berimbang (balanced). Kemudian berita pun harus tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Dan yang merupakan syarat praktis tentang penulisan berita, tentu saja berita itu harus ringkas (concise), jelas (clear), dan hangat (current). Unsur-unsur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.   Berita harus akurat

Wartawan  harus memiliki kehati-hatian yang sangat tinggi dalam melakukan pekerjaannya mengingat dampak yang luas yang ditimbulkan oleh berita yang dibuatnya. Kehati-hatian dimulai dari kecermatannya terhadap ejaan nama, angka, tanggal dan usia serta disiplin diri untuk senantiasa melakukan periksa ulang atas keterangan dan fakta yang ditemuinya. Tidak hanya itu, akurasi juga berarti benar dalam memberikan kesan umum, benar dalam sudut pandang pemberitaan yang dicapai oleh penyajian detail-detail fakta dan oleh tekanan yang diberikan pada fakta-faktanya. 

2.   Berita harus lengkap, adil dan berimbang

Keakuratan suatu fakta tidak selalu menjamin keakuratan arti. Fakta-fakta yang akurat yang dipilih atau disusun secara longer atau tidak adil sama menyesatkannya dengan kesalahan yang sama sekali palsu dengan terlalu banyak atau terlalu sedikit memberikan tekanan, dengan menyisipkan fakta -fakta yang tidak relevan atau dengan menghilangkan fakta -fakta yang seharusnya ada di sana, pembaca mungkin mendapat kesan yang palsu bagi seorang wartawan, untuk menyusun  sebuah laporan atau tulisan yang adil dan berimbang tidaklah sesulit mem elihara objektivitas. Yang dimaksudkan dengan sikap adil dan berimbang adalah bahwa seseorang wartawan harus melaporkan apa sesungguhnya yang terjadi. Misalnya manakala seseorang politisi memperoleh tepuk tangan yang hangat dari hadirin ketika menyampaikan pidatonya, peristiwa itu haruslah ditulis apa adanya. Tetapi, ketika sebagian hadirin walked out sebelum pidato berakhir, itu juga harus ditulis apa adanya. Jadi, ada dua situasi yang berbeda, keduanya harus termuat dalam berita yang ditulis. 

3.   Berita harus objektif

Selain harus memiliki ketepatan (akurasi) dan kecepatan dalam bekerja, seorang wartawan dituntut untuk bersifat objektif dalam menulis. Dengan sikap objektifnya, berita yang ia buatpun akan objektif, artinya berita yang dibuat itu selaras dengan kenyataan, tidak berat sebelah, bebas dari prasangka . 

4.   Berita harus ringkas dan jelas

Mitchel V. Charnley berpendapat, bahwa pelaporan berita dibuat dan ada untuk melayani. Untuk melayani sebaik-baiknya, wartawan harus mengembangkan ketentuan-ketentuan yang disepakati tentang dan bentuk membuat berita. Berita yang disajikan haruslah dapat dicerna dengan cepat. Ini artinya suatu tulisan yang ringkas, jelas, sederhana. Tulisan berita harus tidak banyak menggunakan kata -kata, harus langsung, dan padu.

5.   Gaya jurnalistik yang bagus

Seperti juga gaya tulisan-tulisan lainnya, tidak mudah diwujudkan atau dipertahankan. Seorang wartawan yang menggunakan kata-kata klise dan bukannya kata-kata yang segar dan jelas, tidak akan mendapat pujian. Juga si wartawan malas yang berkata ”biar saja redaktur nanti yang memperbaiki berita saya”, sama tidak akan mendapatkan kemajuan.

6.   Berita harus hangat

Berita adalah padanan kata news dalam bahasa inggris kata news itu sendiri menunjukkan adanya unsur waktu/apa yang new, apa yang baru yaitu lawan dari lama. Berita memang selalu baru, selalu hangat. Penekanan pada konteks waktu dalam berita kini dianggap sebagai hal biasa.

Konsumen berita tidak pernah mempertanyakan hal itu. Dunia bergerak dengan cepat, dan penghuninya tahu belaka bahwa mereka harus berlari, bukan berjalan, untuk mengikuti kecepatan geraknya. Peristiwa -peristiwa bersifat tidak kekal, dan apa yang nampak benar hari ini belum tentu benar esok hari. Karena konsumen berita mengiginkan informasi segar, informasi hangat, kebanyakan berita berisi laporan peristiwa -peritiwa “hari ini”(dalam harian sore), atau paling lama, “tadi malam” atau ”kemarin” (dalam harian pagi). Media berita sangat spesifik tentang faktor-faktor waktu ini untuk menunjukkan bahwa berita-berita mereka bukan hanya “ hangat” tetapi juga paling sedikitnya yang terakhir. 
Sifat -sifat istimewa berita ini sudah terbentuk sedemikian kuatnya sehingga si fat- sifat ini bukan saja menentukan bentuk-bentuk khas praktik pemberitaan tetapi juga berlaku sebagai pedoman dalam menyajikan dan menilai layak tidaknya suatu berita untuk dimuat. Ini semua membangun prinsif- prinsif kerja yang mengkondisikan pendekatan profesional terhadap berita dan membimbing wartawan dalam pekerjaannya sehari-hari. 

Nilai Berita 

Berita memang tidak dapat terlepas dari unsur pelaporan suatu peristiwa tertentu. akan tetapi, tidak semua kejadian atau peristiwa dapat dilaporkan kepada khalayak sebagai berita. Pekerjaan seorang guru mengajar di sekolah dan percekcokan antar pedagang dan pembeli di pasar tidak perlu dilaporkan kepada khalayak. Mengapa demikian? Karena selain merupakan peristiwa umum, kedua peristiwa tersebut tidak memiliki nilai berita.  Agar berita dapat bermanfaat bagi kepentingan banyak orang, berita harus memiliki nilai berita. Nilai-nilai berita yang dimaksud antara lain sebagai berikut: 

1.   Keluarbiasaan  
Dalam pandangan jurnalistik, berita adalah sesuatu yang luar biasa. Dengan demikian, sesuatu yang tidak luar biasa tidak dapat disebut berita. Sebagai contoh, berita tentang pohon pisang yang berupa pisang tidak dapat dijadikan berita. Sebaliknya, jika pohon pisang berubah durian baru dapat dijadikan berita. 

2.   Kebaruan (Aktual)
Suatu peristiwa disebut sebagai berita jika merupakan peristiwa yang baru terjadi. Keaktualan berita erat kaitannya dengan waktu. Semakin aktual berita yang disajikan, semakin tinggi nilai berita tersebut. Menurut teori jurnalistik terdapat tiga kategori keaktualan berita, yaitu sebagai berikut: 

Aktual Kalender; yang dimaksud sangat berkaitan dengan waktu yang terdapat pada kalender. Umumnya peristiwa yang terjadi berhubungan dengan peringatan hari-hari besar nasional maupun agama. Sebagai contoh, peringatan kemerdekaan republik  Indonesia pada 17  Agustus, peringatan hari pahlawan 10 November, dan perayaan hari Raya. 
Aktual Waktu; berkaitan erat dengan waktu terjadinya peristiwa yang bersangkutan. Semakin terkini waktu kejadian berita, semakin tinggi nilai berita tersebut. Sebagaicontoh, ketika peristiwa gempa baru saja terjadi disuatu tempat, dalam hitungan menit  berbagai berita mengenai peristiwa tersebut telah dilaporkan. 
Aktual Masalah; suatu masalah atau kasus akan tetap layak diberitakan selama masalah tersebut belum terselesaikan. Sebagai contoh, berita tentang kasus pembunuhan dan korupsi. Meskipun peristiwanya telah berlalu, tetapi selama pelaku belum tertangkap atau kasusnya belum tuntas, berita tersebut tetap layak diperbincangkan. 

3.   Kedekatan 
Kedekatan berita terbagi menjadi dua macam, yaitu kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan geografis, yaitu kedekatan yang merujuk pada letak geografis atau tempat kejadian peristiwa itu terjadi. Semakin dekat peristiwa itu dengan khalayak. Semakin menarik berita tersebut untuk dibaca. Contohnya, berita tentang ambruknya jembatan Kutai Kartanegara (KuKar) di Kalimantan Timur dan sekitarnya.

Begitu juga orang-orang yang pernah tinggal atau singgah di Kalimantan  Timur, tentu mereka memiliki ketertarikan yang lebih besar dibandingkan orang lain.  Kedekatan psikologis, yaitu berkaitan dengan kedekatan kebutuhan, pikiran, perasaan, dan kewajiban seseorang dengan objek atau peristiwa yang diberitakan. Contohnya, berita tentang pengeboman Masjid di Palestina. Berita tersebut dapat menarik perhatian penganut agama  Islam di berbagai Negara.

4.   Menimbulkan ketertarikan manusiawi (Human Interest) 
Banyak peristiwa yang dapat membangkitkan emosi siapapun yang mendengar atau menyaksikannya. Informasi -informasi yang dapat membuat khalayak menangis, terharu, marah, dan tertawa perlu diberitakan. Dalam dunia jurnalistikkisah-kisah human interest dikelompokkan dalam berita ringan. Contohnya, berita tentang orang tua dan anak yang bertemu lagi setelah berpisah akibat bencana alam, atau berita tentang kelahiran anak harimau yang spesiesnya hampir punah.

5.   Berhubungan dengan orang penting.
Berita tidak hanya menyiarkan kejadian yang berhubungan dengan peristiwa alam dan sekitar. Akan tetapi, sering kali berbagai informasi yang berkaitan dengan orang-orang penting dapat dijadikan berita. Contohnya, berita mengenai kehidupan para  pejabat, artis, dan public figure lainnya.

6.   Menimbulkan dampak bagi masyarakat
Sebuah peristiwa disebut sebagai berita apabila peristiwa tesebut mempunyai dampak yang signifikan bagi kepentingan orang banyak. Misalnya, berita tentang kenaikan BBM yang berdampak pada naiknya ongkos angkutan umum. Semakin besar dampak yang ditimbulkannya, semakin besar nilai berita yang dikandungnya. 

7.   Informatif 
Dalam kehidupan bermasyarakat, informasi menjadi kebutuhan pokok. Oleh sebab itu, media berusaha mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.  

Demikian pengertian berita dan aspek-aspek kelayakannya serta sejumlah unsur yang dapat membuat suatu berita memiliki nilai. Selain itu, secara umum ketertarikan khalayak terhadap suatu berita ditentukan oleh isi berita, pelaku kejadian, sebab kejadian, kronologi kejadian, dan dampak kejadian bagi orang banyak.

Tips Memilih Kost yang Pas dan Nyaman

 
   Pada awal tahun ajaran baru ini tentunya banyak sekali siswa lulusan SMA/SMK mulai memikirkan akan kuliah dimana...? tinggal dimana...? besar biaya hidup....? dan beberapa pertanyan lainnya yang mulai menumpuk di kepala sehingga menimbulkan banyak sekali pertimbangan untuk kuliah, itu pada awal ingin kuliah.

      Kemudian kita diterima di universitas yang kita inginkan, maka akan timbul lagi pemikiran bagaimana saya tinggal....? apalagi jika kita di teima di kampus yang letaknya di  luar Kota kita atau bahkan luar Provinsi, akan banyak sekali kebingungan dari berbagai macam pertimbangan kita. Sangat bertuntung jika kita memiliki keluarga atau sanak saudara yang kebetulan tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kampus kita dan juga tentunya bersedia untuk kita tumpangi. 

      Lalu, bagaimana jika tidak ada ? yaaa, salah satu solusinya adalah tinggal di kost, memang hal ini tentunya akan merogoh kocek kita. Ada beberapa kost yang menyediakan sistem pembayaran perbulan ataukah pertahun, tinggal kita yang memilih dan juga sesuai dengan katong kita tentunya.

Tipe-Tipe Orang Patah Hati



Karya Bercerita - Oke Sob, kali ini aku akan membahas lagi soal percintaan dunia yang fana ini, banyak orang mengira semua jalan cerita percintaan kita akan yaa seperti sinetron yang ujung-ujungnya bakalan seneng dan bahagia. Bahkan alur ceritanya pun udah banyak yang hafal kek gini nih....

PERTEMUAN TAK TERDUGA---SALING CUEK----KENALAN----KONFLIK----SADAR----BAIKAN----HAPPY ENDING.

Udah Cuma gitu-gitu aja ceritanya, tapi sebenarnya sob ada benernya jga kata warga Pak Mario : “hidup ini gak semudah cocot Mario Teguh”. Beeehh tsadessttt, tapi emang iya sob memang yaahh namanya hasil, kesuksesan, kebahagian atau apalah itu semua bakal sesuai/sejalan lurus dengan apan yang telah kita lewati.
Naah, sekarang kita bahas kenapa Aku nulis artikel yang judulnya kek gini “Belajarlah Menyakiti, Karena Di Sakiti Itu Beresiko Tinggi”.  Jadi, ceritanya beberapa waktu lalu yaahh abis sakit hati, hahaha baper amat. sakit hati... disitulah titik dimana keyakinan seseorang untuk hidup menjadi lebih keras. Kenapa ?, karena ketika seseorang sakit hati, patah  hati akan terjadi hal-hal berikut :

Terpopuler

Terbaru