pasang iklan disini
Showing posts with label visual. Show all posts
Showing posts with label visual. Show all posts

Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual


Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual

Beberapa waktu lalu kami mendiskusikan sebuah masalah yaitu mengenai pembuatan tugas akhir mata kuliah desain komunikasi visual, dalam diskusi tersebut banyak yang dibahas mulai dari persiapan produksi karya hingga sampai pasca produksi karya.

Karena saking banyaknya yang dibahas akhirnya akan menimbulkan peristiwa yang namanya “bingung” yaa bingung memulai darimana dan bagaimana, untuk itu kali ini saya akan menjelaskan mengenai konsep pembuatan tugas akhir. Karena menurut saya konsep yang baik adalah konsep yang bukan sekedar terdiri dari unsur-unsur dan kemudian bagaimana cara eksekusinya, tapi konsep yang sistematislah yang mampu membuat semuanya baik unsur hingga caranya dapat terorganisir dengan baik.

Lalu, bagaimana cara kita Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual yang baik dan sistematis itu :

DATA

Ibarat kita ingin memasak suatu makanan, maka yang pertama kali kita cari adalah bahannya. Dalam hal ini masalah adalah bahan mentah yang harus kita cari datanya. Kemudian kita olah data-data dari permasalahan tersebut sehingga pada akhirnya kita menemukan solusi permasalahan.

Konsep Pembuatan Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual

Dalam perumusan data yang harus diperhatikan adalah kita menentukan hanya SATU masalah saja dan harus didapatkan secara objektif, dengan tujuan untuk SATU pesan yang nantinya akan tersampaikan.

Artinya dalam penentuan masalah dan data kita harus terfokus dan konsisten terhadap topic yang telah ditetapkan, hal ini mencegah perpecahan pemikiran tim kerja kalian.

ANALISIS

Data ini kemudian kita analisis dengan menggunakan teknik SWOT (Strength, Weaknes, Opportunity, Treath) yang kalo diartikan kita harus menentukan apasaja Kekuatan, kelemahan, keuntungan, dan ancaman pada masalah tersebut.

Untuk melakukan pendekatan antar kelompok bisa dilakukan dengan cara BRAINSTORMING atau pencarian gagasan bersama, untuk menemukan gagasan atau ide dibutuhkan kerja sama tim yang baik yang bertujuan untuk saling mengembangkan pemikiran atau gagasan yang didapatkan.

PESAN

Selanjutnya yaitu adalah penyusunan pesan yang telah ditetapkan diawal pencarian data dan masalah. Dengan syarat, pesan yang akan disampaikan harus diolah sedemikian rupa dengan dukungan elemen-elemen visual yang mendukung sehingga dapat tersampaikan dengan baik.

Untuk pesan sendiri disesuaikan dengan target kita, dalam melihat target harus dilakukan riset terlebih dahulu dengan mempertimbangkan hal-hal penting seperti Demografi, Geografi, dan Psikografi. Aspek inilah yang nantinya akan mempertimbangkan seperti apa desain visual yang akan dibuat.

EVALUASI

Yang terakhir adalah proses penyempurnaan karya visual yang telah melalui tahap revisi dalam hal teknis, seperti kesalahan penulisan, atau kotor yang kemudian dibersihkan. Setelah melalui tahap penyempurnaan oleh tim kerja. Dan disepakati bersama, barulah karya visual tersebut dapat di implementasikan atau di pamerkan dan disebarkan.


Begitulah tahapan sistematika singkat yang semoga mempermudah penyelesaian tugas akhir dalam bentuk desain komunikasi visual, dilain waktu akan saya share bagaimana pembuatan tugas akhir video atau film.

















Tags: tugas akhir desain produk,tugas akhir desain grafis,tugas akhir desain komunikasi visual,tugas akhir desain produk itb,tugas akhir desain produk pdf,tugas akhir desain multimedia,tugas akhir desain,contoh abstrak tugas akhir desain interior,contoh abstrak tugas akhir desain komunikasi visual,latar belakang tugas akhir desain grafis,contoh latar belakang tugas akhir desain grafis,contoh tugas akhir desain grafis,contoh tugas akhir desain komunikasi visual

Konsep Layout Desain Komunikasi Visual Yang Baik

Konsep-Layout-Desain-Komunikasi-Visual-Yang-Baik
Konsep-Layout-Desain-Komunikasi-Visual-Yang-Baik

Konsep Layout Desain Komunikasi Visual Yang Baik

Layout atau yang dikenal dengan tata letak ini adalah salah satu unsur yang penting dalam sebuah desain, layout bisa juga diartikan dengan manajemen bentuk bidang. Yang mana artinya adalah penyusunan beberapa elemen desain dalam suatu bidang kerja, dengan susunan yang tersistematik sehingga menimbulkan kesan artistik desain tersebut.

Tujuan sebuah desain dengan layout yang baik adalah untuk menampilkan elemen desain maupun gambar yang berada dalam sebuah bidang kerja menjadi informasi yang informatif dan komunikatif atau bahkan interaktif. Hal ini untuk memudahkan pembaca untuk melihat dan membaca serta menerima informasi dari sebuah karya desain

Konsep Layout Desain Komunikasi Visual Yang Baik

Ada beberapa istilah yang harus dikenal dan dipahami dalam layout itu sendiri, adapun istilah-istilah tersebut adalah :

1.       Grid System

Grid System adalah suatu cara dan teknik yang digunakan untuk melakukan penataan terhadap elemen-elemen visual dalam sebuah ruang kerja, atau dikenal dengan garis bantu. Grid sistem digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah dalam menciptakan sebuah komposisi desain visual.

Grid sistem juga digunakan untuk menjaga konsistensi dalam penataan elemen-elemen visual sehingga bisa menimbulkan repitisi yang rapi jika ingin menggunakan gaya pengulangan elemen visual.

2.       The Golden Section

Golden section sama tujuannya dengan grid yaitu berguna untuk menata titik-titik dalam sebuah lembar kerja yang nantinya berguna untuk keseimbangan atau proporsional elemen-elemen visual yang ada dalam sebuah desain.

3.       The Systematical Grid

Simetrical grid adalah garis bayangan layaknya cermin gari sebuah grid yang memiiki proporsional margin yang sama. Hal ini untuk membuat bidang desain menjadi terlihat proporsional.

Itulah beberapa penjelasan mengenai istilah-istilah yang diperlukan dalam sebuah layout atau tata letak bidang desain, yang gunanya adalah untuk menjaga keseimbangan, proporsional, serta kesan rapi sehingga memudahka pembaca untuk memahami dan menerima informasi yang disampaikan dalam sebuah karya desain.


Karena karya desain yang baik bukan karena gambar visual yang dibuat bagus atau kekinian, namun apakah desain tersebut dapat diterima ataukan malah membuat orang yang milhatnya menjadi bingung dikarenakan tataletak atau layout yang digunakan sangat tidak nyaman untuk dilihat.







Tags: layout dalam desain komunikasi visual, pengertian layout dalam desain komunikasi visual, layout desain grafis,layout desain web,layout desain poster,layout desain kaos,layout desain,layout desain adalah,layout desain brosur,layout desain baju,desain layout buletin,desain layout buku dengan corel,pengertian layout dalam desain grafis

Pengertian Desain Komunikasi Visual


Pengertian DKV

        Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.

Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan-pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan, peningkatan citra dan publikasi program pemerintah.

Pada prinsipnya desain komunikasi visual adalah perancangan untruk menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual yang komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran. elemen desain komunikasi visual adalah gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak dalam berbagai media. baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual. Akar bidang desain komunikasi visual adalah komunikasi budaya, komunikasi sosial dan komunikasi ekonomi.

Sejarah Desain Komunikasi Visual

     Sejak jaman pra-sejarah manusia telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan, contohnya prasasti, buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan kreatifitas manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.

     Sebagai suatu profesi, Desain Komunikasi Visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”. Spesialis-spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi); typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi instruksi kepada percetakan; illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa dan lain-lain.

      Dalam perkembangannya, desain komunikasi visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan dan tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang menampilkan iklan tersebut.Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasi – dunia periklanan, penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).

      Desain Komunikasi Visual baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh desainer grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.

Adapun Fungsi Desain Komunikasi Visual yaitu :

Sebagai sarana identifikasi
Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda atau produk, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk itu dan mudah dikenali, baik oleh produsennya maupun konsumennya

sebagai sarana informasi dan instruksi
Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala; contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah.

sebagai sebagai sarana presentasi dan promosi
Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster.

     dalam hal ini desain grafis sangat di kenal di kalangan masyarakat dan juga banyak yang membuat desain-desain yang sangat mengikuti perkembangan zaman. namun yang perlu diperhatikan adalah letak unsur komunikatif dari desain tersebut agar mampu memberikan penjelasan kepada audiens serta berssifat interaktif yang artinya mampu menjawab secara visual apa yang ditanyakan oleh audiens.
    sekali lagi bahwa desain yang baik tidak selalu menuntut untuk mengikuti trend masa kini namun juga tidak menghilangkan estetika dalam berkomunikasinya.
itulah beberapa hal yang bisa dipaparkan untuk lebih jelasnya lagi bisa saling sharing di kolom komentar, semangat berkarya.............!

Sumber :

Terpopuler

Terbaru